Friday, 9 December 2011

Most Popular Christmas Song Lyrics

Below are lyrics for some of the most popular Christmas songs. Of course you'll find much more on our lyrics page!  
- All I Want for Christmas Is You - By Vince Vance & the Valiants, 1989.

- Away In a Manger - By James Murray, 1885.

- Chimpunks Song - By Ross Bagdasarian, 1958.

- Deck The Halls - By John Parry Ddall, 1784.

- Do You Hear What I Hear - By Noel Regney, 1962.

- Frosty The Snowman - By Walter Rollins and Steve Nelson, 1950.

- God Rest Ye Merry Gentlemen - Auther is unknown, likely written in the 1700's.

- Grandma Got Run Over By a Reindeer - By Randy Brooks, 1978.

- Hark the Herald Angels Sing - By Felix Mendelssohn, 1840.

- Home for the Holidays - By Robert Allen and Al Stillman, 1954.

- I Heard the Bells on Christmas Day - By Henry Longfellow, 1863.

- It Came Upon a Midnight Clear - By Edmund Sears, 1849.

- It's Beginning to Look a Lot Like Christmas - By Meredith Willson, 1951.

- Jingle Bell Rock - By Bobby Helms, 1957.

- Jingle Bells - By James Pierpont, 1857.

- Joy to the World - By Isaac Watts, 1719.

- Let It Snow - By Sammy Cahn and Jule Styne, 1945.

- O Christmas Tree - By Ernst Anschutz, 1824.

- O Come All Ye Faithful - By John Wade and others, 1200's.

- O Come, O Come, Emmanuel - By John Mason Neale, mid 1800's.

- O Holy Night - By Adolphe Adam, 1847.

- O Little Town of Bethlehem - By Phillips Brooks, 1865.

- Rockin Around the Christmas Tree - By Johnny Marks, 1958.

- Rudolph the Red Nosed Reindeer - By Johnny Marks, 1939.

- Santa Baby - By Joan Javits, 1953.

- Santa Claus Is Coming to Town - By J. Fred Coots and Haven Gillespie, 1934.

- Silent Night - By Joseph Mohr, 1816.

- Silver Bells - By Jay Livingston and Ray Evans, 1950.

- The First Noel - By Davies Gilbert, 1700's.

- Twelve Days of Christmas - Unknown author, 1500's.

- We Wish You a Merry Christmas - Unknown author, 1500's.

- White Christmas - By Irving Berlin, 1940's.

- Winter Wonderland - By Felix Bernard and Dick Smith, 1934.

Top Ten Christmas Songs

Wednesday, 14 September 2011

Tour Murah ke Jepang

Pesona Jepang seringnya memerlukan biaya besar dan mahal. Survey terbaru tentang biaya hidup menempatkan Tokyo dan Osaka sebagai dua kota dunia termahal. Tetapi turis beranggaran terbatas tidak perlu resah, masih ada cara untuk berwisata murah ke Jepang. Inilah beberapa tips untuk mengefektifkan uang saku Anda.

Rencanakan Dulu

Pengeluaran perjalanan bisa ditekan dengan perencanaan matang, seperti menggunakan layanan kereta api dan penerbangan domestik yang murah (menggunakan airpass). Beberapa fasilitas ini hanya tersedia bagi orang-orang asing, dan sering cuma bisa dibeli di luar Jepang. Anda juga dapat menghemat banyak uang dengan memprioritaskan atraksi apa saja yang ingin Anda lihat (dan apa yang bisa diabaikan).

 Bepergian

Jika Anda berencana tinggal di Jepang sampai tiga minggu dan akan banyak melakukan perjalanan, JR Pass adalah cara terbaik berhemat. Harap dicatat, Anda perlu menukar semacam bukti pemesanan dari kantor penjualan resmi atau agen sebelum datang ke Jepang. Jadi, semua ini kembali ke poin pertama, perencanaan yang matang!

Ada juga berbagai Air Passes yang akan sangat berguna jika ingin melakukan perjalanan jarak jauh di Jepang, misalnya, untuk mengunjungi pulau-pulau di selatan seperti Okinawa. Setiap biro memiliki Air Passes-nya sendiri-sendiri dengan harga dan rute yang
berbeda, jadi pastikan untuk memilih dengan bijak.


Penginapan

Ini adalah kebutuhan mahal lainnya, jadi cobalah layanan Couch Surfing jika anggaran benar-benar terbatas. Jika tidak, pilihan akomodasi murah berkisar antara youth hostel dan asrama. Ada juga lokasi perkemahan di seluruh Jepang, tetapi beberapa lebih sulit diakses daripada yang lain, sehingga intinya kembali lagi ke poin pertama, perencanaan!

Untuk pengalaman tak terlupakan yang benar-benar khas Jepang, habiskan semalam di berbagai penginapan tradisional, biasanya disebut Minshuku atau Ryokans. Ini memang bukan pilihan termurah, namun benar-benar bisa membuat Anda merasakan Jepang.


Relawan

WWOOF adalah program sukarela yang sangat bagus, Anda hanya mengeluarkan biaya 5.500 Yen (sekitar USD60) per tahun. Program ini adalah salah satu cara terbaik untuk menjalani cara hidup dan mengenal budaya Jepang. WWOOF biasanya akan memberi Anda akomodasi dan kamar secara gratis. Sebagai imbalannya, Anda bekerja selama 4-6 jam per hari. Jenis pekerjaan yang akan Anda lakukan tergantung dari satu tuan rumah ke tuan rumah lain. Di sinilah Anda berkesempatan untuk belajar keterampilan baru. Pada saat yang sama, Anda bisa ikut berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari tuan rumah, mereka mungkin bisa memberi tur lokal dan kegiatan.


Makan Seperti Penduduk Lokal

Makanan di Jepang tidak semahal yang Anda kira, dan untungnya, sangat mudah menemukan tempat makan murah. Restoran biasanya menampilkan menu yang mencantumkan daftar harga mereka di luar. Cobalah ke berbagai bar ramen, semangkuk soba, udon atau ramen di sana harganya mulai dari 250 yen. Restoran sushi dengan ban berjalan juga murah, harga sepiring sushi berkisar antara 100 sampai 200 yen.

Tour Gratis

Pada siang hari, kunjungi kuil terbaik, museum dan atraksi lainnya. Rencanakan terlebih dahulu, maka Anda dapat menemukan berbagai tur gratis, lengkap dengan pemandu. Ini adalah cara terbaik untuk mengenal sejarah budaya Jepang. Ada baiknya mengecek tiket-tiket murah lain yang memungkinkan Anda berhemat, seperti Tokyo Museum Grutt Pass yang memberikan akses ke 66 tempat selama dua bulan.

Tuesday, 23 August 2011

Training Musik dan Vocal GRATIS

Setelah 3 tahun terbentuk dan banyak melakukan perjalanan pelayanan ke berbagai kota dan pulau di Indonesia bahkan ke luar negeri, memasuki tahun 2011 Tuhan mengarahkan pelayanan Throne untuk memperlengkapi para pelayan gereja khususnya musik-pujian agar bisa melayani lebih baik dan skillful.

Karena itu Throne memberikan pelatihan atau training musik, vocal (pujian-penyembahan) dan sound system secara GRATIS untuk pelayan-pelayan musik-pujian gereja-gereja di seluruh Indonesia agar talenta bermusik semakin terasah. Training ini kami berikan secara cuma-cuma atau gratis karena semata-mata ingin menabur dan memberkati gereja-Nya. Di tengah-tengah kesibukan para personil yang memiliki jadwal job reguler yang sangat padat dan proses pembuatan album baru Throne, tetapi Throne tetap mau belajar menaati Tuhan dengan memberikan waktu, tenaga dan talenta untuk mengajari para musisi dan penyanyi gereja.

Training meliputi pelajaran atau teori dan praktek:
1. Vocal untuk worship leader dan singer
2. Musik (keyboard, gitar, bass dan drumm)
3. Sound system

Syarat:
1. Peserta training adalah para pelayan musik, pujian dan soundman
2. Khusus musik, peserta harus sudah bisa memainkan alat musik
3. Bersedia diajar dan dilatih oleh personil Throne sesuai waktu yang ditentukan
4. Harus ada 1 gereja koordinator dan mengundang gereja-gereja lain untuk mengikuti training (tidak hanya 1 gereja saja!)
5. Harus disediakan tempat untuk training minimal ada 5 ruangan untuk workshop atau klinik.

Informasi hubungi:
Throne Management
08561121123
thronecom@gmail.com

Friday, 19 August 2011

Manfaat Mendengarkan Musik Bagi Balita

Manfaat musik tidak sebatas untuk bayi baru lahir. Di hari-hari berikutnya, musik dapat dijadikan sebagai bagian hidup si kecil. Perdengarkanlah musik, sedikitnya tiga kali sehari. Di waktu pagi saat bangun tidur, pengantar tidur siang setelah lelah bermain, hingga sebagai senandung pengantar tidur.

Mendengarkan musik tidak hanya untuk kesehatan fisiknya, tapi juga kesehatan mental dan perkembangan otak atau kognitifnya. Berbasis penelitian, sejumlah ahli menyebutkan bukti-bukti manfaat mendengar musik untuk anak:

1. Meningkatkan kemampuan motorik.

Penulis buku Learning Before Birth: Every Child Deserves Giftedness, Dr Brent Logan, menyatakan, bayi (bahkan janin) yang mendengarkan musik, perkembangan detak jantung dan fisiknya menjadi lebih baik. Irama musik terbukti mampu menstimulus bayi untuk senang bergerak. Respons ini tentunya membantu perkembangan fisik bayi, dalam hal kekuatan, koordinasi dan kontrol motoriknya.

2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi.
Masih menurut Logan, musik bisa membantu perkembangan otak bayi dalam menerima informasi. Kemampuan ini kelak memengaruhi keterampilannya dalam berkomunikasi.

Pakar Neuroscience, Dr Dee Joy Coulter, yang juga penulis buku Early Childhood Connection: The Journal of Music and Moment-Based Learning, mendukung pernyataan ini. Menurut Coulter, permainan yang melibatkan musik akan cepat meningkatkan keterampilan berbahasa anak sekaligus cepat menambah kosakatanya. Kelak ia akan tumbuh menjadi anak yang mampu mengorganisasikan ide serta cepat memecahkan masalah.

3. Memiliki pencernaan lebih baik.
Bayi yang terekspos musik akan memiliki pencernaan lebih baik karena rasa rileks yang diterimanya. Dampaknya, efisiensi metabolismenya meningkat dan akhirnya pertambahan berat badannya lebih baik.

4. Meningkatkan kemampuan matematika.
Menurut hasil penelitian psikolog Fran Rauscher dan Gordon Shaw dari University of California-Irvine, Amerika Serikat, ada kaitan erat antara kemahiran bermusik dengan penguasaan level matematika yang tinggi. Juga keterampilan di bidang sains, ketika kelak anak sudah bersekolah. Musik juga mampu meningkatkan inteligensi spasialnya (kecerdasan ruang) sebanyak 46 persen dibanding anak-anak yang tidak terekspos musik.

Taken from: http://female.kompas.com/read/2011/08/19/11010441/4.Manfaat.Mendengar.Musik.untuk.Si.Kecil

Thursday, 21 July 2011

Cerita Anak Ayam

Aku masih mengingat dengan jelas bagaiaman mamaku, yang biasa di panggil Mama Babon, menceritakan dan mengajarkan kepadaku arti menjadi seekor ayam potong. Mama bilang, “Kok kok petok petok..... Chick (itu nama kecilku), bagaimana pun kita sebagai ayam patut bersyukur kepada Tuhan. Coba tengok ayam bertelor (eh salah) coba tengok manusia-manusia yang diberikan kelengkapan tubuh yang sempurna dan disertai dengan akal dan pikiran. Masih saja ada yang suka berkeluh kesah. Sedangkan kita hanya dibekali paruh, dan dua kaki, (sayap yang tidak bisa terbang), namun Tuhan pasti memberikan makan untuk kita, selama kita mencarinya.”
"Ciap ciap”, begitu sahutku waktu itu.

Kami memang mungkin lebih beruntung dari ayam kampung yang diumbar di luar dan mencari sendiri makanannya. Kami setiapharinya selalu mendapatkan pakan ternak yang berlimpah.
Namun ada yang membuatku bertanya-tanya setiap hari selalu ada di antara kami yang dibawa oleh manusia, dan tidak kembali lagi ke kandang. Ketika kutanyakan kepada mama, ia menjawab bahwa ayam-ayam tersebut pergi untuk menempuh perjalanan menuju sang Pencipta. Mataku berbinar mendengarkan kata-kata mama. Aku juga rindu ingin bertemu dengan Sang Khalik.
"Chick, kamu harus siap suatu saat akan tiba giliran mama.”
"Ciap”, ucapku lirih.
Aku bertanya bagaimanakah perjalanan itu, apakah menyenangkan.
“Yang pasti kita harus siap di potong..”
"CIAP!!.... dipotong?!"
Terkejut aku mendengar jawaban mama.
“Kamu tidak usah takut, karena melalui cara itulah kita nanti akan dimakan oleh manusia. Bagian-bagian tubuh kita akan menjadi protein yang berguna sebagai energi bagi manusia untuk bekerja dan beribadah kepada Tuhan. Itu jika manusia yang memakan kita mengasihi Tuhan, berdoa dan senantiasa bersyukur sebelum memakan kita. Tapi sayangnya tidak semua manusia seperti itu. Terkadang ayam-ayam dimakan juga oleh orang-orang yang jahat. Sehingga protein dari kita hanya menumpuk di dalam tubuhnya untuk menyaksikan perbuatan-perbuatan jahat yang dilakukannya. Dan di akhir dunia nanti kita yang sudah menjadi bagian dari tubuhnya, akan bersaksi atas dosa-dosa yang dilakukan tangan dan kakinya pada saat dia masih hidup....kok, kok, petok.."
Penjelasan mama sangat panjang sampai aku terkantuk-kantuk.

Hingga akhirnya saat itu tiba ketika beberapa orang menangkap mama dan membawanya keluar kandang, Aku melihat bagaimana mamaku diikat kakinya bersama teman-teman mama yang lain, dan manusia itu menenteng mama dalam posisi terbalik.
Aku menahan menahan napas. Melihat mama di taruh di motor, kepalanya hanya berjarak 0,5 cm dari knalpot motor. Bahkan terkadang paruh mama menyentuh knalpot. Teman mama yang lainnya ada yang kepalanya terpukul sela starter motor ketika motor dinyalakan. Ngeeng-ngeeeng….” Begitu suara motor yang mengeluarkan asap yang sangat banyak. Terlihat mama menahan kepulan asap motor tersebut.
“Wuussh”, muka beberapa ayam terciprat air ketika motor itu bergegas keluar.
Aku berpikir semoga suatu saat manusia-manusia akan sadar tentang perlunya aturan-aturan bagaimana cara membawa ayam potong dengan lebih baik.
 
“Kok, kok, petok”, tiba-tiba tanteku berkata.
“Jangankan untuk mengurusi ayam, mengurus sesama manusia saja tidak becus. Sewaktu tante dibawa ke sini dengan truk, dan sempat berhenti di lampu merah, tante melihat banyak anak-anak manusia yang tidak terurus dan nampak kelaparan. Memalukan. Sesama manusia sudah tidak saling peduli.
Mungkin karena perlakuan manusia terhadap ayam itulah yang mengakibatkan flu burung, Sehingga manusia bisa introspeksi akan perlakuan mereka yang tidak berperikebinatangan. Untung saja nama flu itu flu burung bukan flu ayam, jadinya burung yang disalahkan. Walaupun sebenarnya pun kita masih harus protes akan penamaan 'telur mata sapi'. Telurnya telur kita, kok sapi yang punya nama."

Begitu kisahku sebelum bertemu babi. Kami berencana mengadakan koalisi flu. Kasihan si babi tak ada dokter yang mau mengobatinya. Aku pun sebenarnya sedang demam. Mungkin besok aku sudah di kubur atau di bakar. Semoga setelah aku mati aku akan dimakan cacing dan cacing-cacing itu akan diambil manusia untuk dijadikan “taurin” (ituloh bahan utama minuman berenergi). Dan akhirnya akan dikonsumsi oleh manusia. Amin..

Friday, 24 June 2011

Fly Higher

Beberapa jenis ular paling berbisa di dunia sedang dipindahkan dalam sebuah penerbangan dari tempat penangkapannya di Afrika ke salah satu tempat penelitian di Amerika. Karena satu dan lain hal, pemindahan itu dilakukan dengan menggunakan pesawat penumpang. Bukan sesuatu yang tidak biasa memang, tapi sebuah kesalahan terjadi.

Setelah pesawat tinggal landas, mungkin dipengaruhi oleh getaran dan gerakkan pesawat. Beberapa ular berbahaya itu menemukan jalan untuk keluar dari kotak tempat mereka disimpan. Orang yang bertugas mengepak ular-ular ini dalam kotak penyimpanan, tidak melakukan tugasnya dengan baik.

Beberapa penumpang dari bagian belakang segera berteriak-teriak dan berlarian dengan panik ke arah depan pesawat, ketika melihat beberapa ular berbisa di lorong belakang pesawat. Seketika seisi pesawat menjadi panik. Seorang pramugari segera berlari memberitahu pilot tentang keadaan yang menakutkan ini.

Sang pilot segera menghubungi menara pengawas di darat dan menginformasikan keadaan di pesawat. Semua petugas di menara pengawas juga sangat terkejut dengan keadaan ini.
“Jadi di mana kami bisa mendarat?” Tanya sang pilot.
“Tunggu sebentar,” kata petugas menara pengawas, “Beri kami waktu untuk berpikir.”
“Tolong segera diberitahu, sebelum ada penumpang yang menjadi korban,” pinta pilot dengan cemas.

Beberapa saat kemudian menara pengawas menghubungi pesawat, “Di ketinggian berapa engkau sedang terbang?”
“300 kaki,” kata sang pilot.
“Naikan ketinggian!” Kata petugas menara pengawas.
“Tapi pak, kukira kami akan mendarat?” Tanya pilot.
“Tidak! Naikan ketinggian sekarang juga! Cepat kapten, tidak ada banyak waktu!”

Sang pilot segera menarik tuas kemudinya, pesawat yang terbang rendah itu mulai melayang tinggi.
“Berapa ketinggianmu sekarang?” tanya petugas menara pengawas
“500.66 kaki,” jawab pilot.
“Naik lebih tinggi lagi!” teriak petugas, "Laporkan terus ketinggianmu."
“700 kaki,” kata pilot.
“Lebih tinggi lagi!” jawab petugas.
“900, 1000.20, 1100.37, 1200 kaki…” kata sang pilot.

“Baik… sekarang tinggal di ketinggian ini,” kata petugas menara pengawas, “Katakan kepada awak pesawatmu bahwa pada ketinggian ini ular-ular itu sekarang tidak berbahaya. Segera kembalikan mereka ke kotak tempat penyimpanan, dan kali ini jangan lupa dikunci rapat!”

Dan benar, ketika seorang awak pesawat mencoba menangkap seekor ular, ular itu tidak bereaksi atau menyerang. Pada ketinggian itu, ular-ular itu menjadi mati rasa dan kehilangan naluri pemangsa mereka.

Penumpang pesawat itu selamat, karena berada di tempat tinggi.

==========================
Yang berusaha kami sampaikan adalah, dalam doa dan penyembahan, kita melayang tinggi bersama Tuhan.

Mungkin banyak di antara kita yang tidak tahu, tapi ketika kita melayang tinggi dan semakin tinggi bersama Tuhan, bahkan masalah yang paling tak tertundukkan sekalipun dikalahkan. Mereka kehilangan kuasa, di dalam Nama Yesus.

Seorang hamba Tuhan berkata bahwa ketika pujian dinaikan, pekerjaan musuh terhenti.
Ketika kita memuji Tuhan, dibuat TUHANlah penghadangan atas masalah-masalah kita, sehingga mereka terpukul kalah. (II Tawarikh 20:22)

Jadi ketika masalah datang, terbanglah lebih tinggi.

Saturday, 18 June 2011

Lima Pelajaran dari Pensil

Melihat Neneknya sedang asyik menulis Adi bertanya,  "Nenek sedang menulis apa?"

Mendengar pertanyaan cucunya, sang Nenek berhenti menulis lalu berkata, "Adi cucuku, sebenarnya nenek sedang menulis tentang Adi. Namun ada yang lebih penting dari isi tulisan Nenek ini, yaitu pensil yang sedang Nenek pakai. Nenek berharap Adi dapat menjadi seperti pensil ini ketika besar nanti."

"Apa maksud Nenek bahwa Adi harus dapat menjadi seperti sebuah pensil? Lagipula sepertinya pensil itu biasa saja, sama seperti pensil lainnya," jawab Adi dengan bingung.

Nenek tersenyum bijak dan menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana Adi melihat pensil ini. Tahukah kau, Adi, bahwa sebenarnya pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup."

"Apakah Nenek bisa menjelaskan lebih detil lagi padaku?" pinta Adi

"Tentu saja Adi," jawab Nenek dengan penuh kasih

"Kualitas pertama, pensil dapat mengingatkanmu bahwa kau bisa melakukan hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kau jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkahmu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya".

"Kualitas kedua, dalam proses menulis, kita kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil yang kita pakai. Rautan itu pasti akan membuat pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, pensil itu akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga denganmu, dalam hidup ini kau harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik".

"Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar".

"Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu".

"Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga Adi, kau harus sadar kalau apapun yang kau perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan".

"Nah, bagaimana Adi? Apakah kau mengerti apa yang Nenek sampaikan?"

"Mengerti Nek, Adi bangga punya Nenek hebat dan bijak sepertimu."
Begitu banyak hal dalam kehidupan kita yang ternyata mengandung filosofi kehidupan dan menyimpan nilai-nilai yang berguna bagi kita. Sebarkan cerita inspiratif ini dan Semoga memberikan manfaat.
salam hangat..
 

blogger templates | Make Money Online