Tuesday, 23 August 2011

Training Musik dan Vocal GRATIS

Setelah 3 tahun terbentuk dan banyak melakukan perjalanan pelayanan ke berbagai kota dan pulau di Indonesia bahkan ke luar negeri, memasuki tahun 2011 Tuhan mengarahkan pelayanan Throne untuk memperlengkapi para pelayan gereja khususnya musik-pujian agar bisa melayani lebih baik dan skillful.

Karena itu Throne memberikan pelatihan atau training musik, vocal (pujian-penyembahan) dan sound system secara GRATIS untuk pelayan-pelayan musik-pujian gereja-gereja di seluruh Indonesia agar talenta bermusik semakin terasah. Training ini kami berikan secara cuma-cuma atau gratis karena semata-mata ingin menabur dan memberkati gereja-Nya. Di tengah-tengah kesibukan para personil yang memiliki jadwal job reguler yang sangat padat dan proses pembuatan album baru Throne, tetapi Throne tetap mau belajar menaati Tuhan dengan memberikan waktu, tenaga dan talenta untuk mengajari para musisi dan penyanyi gereja.

Training meliputi pelajaran atau teori dan praktek:
1. Vocal untuk worship leader dan singer
2. Musik (keyboard, gitar, bass dan drumm)
3. Sound system

Syarat:
1. Peserta training adalah para pelayan musik, pujian dan soundman
2. Khusus musik, peserta harus sudah bisa memainkan alat musik
3. Bersedia diajar dan dilatih oleh personil Throne sesuai waktu yang ditentukan
4. Harus ada 1 gereja koordinator dan mengundang gereja-gereja lain untuk mengikuti training (tidak hanya 1 gereja saja!)
5. Harus disediakan tempat untuk training minimal ada 5 ruangan untuk workshop atau klinik.

Informasi hubungi:
Throne Management
08561121123
thronecom@gmail.com

Friday, 19 August 2011

Manfaat Mendengarkan Musik Bagi Balita

Manfaat musik tidak sebatas untuk bayi baru lahir. Di hari-hari berikutnya, musik dapat dijadikan sebagai bagian hidup si kecil. Perdengarkanlah musik, sedikitnya tiga kali sehari. Di waktu pagi saat bangun tidur, pengantar tidur siang setelah lelah bermain, hingga sebagai senandung pengantar tidur.

Mendengarkan musik tidak hanya untuk kesehatan fisiknya, tapi juga kesehatan mental dan perkembangan otak atau kognitifnya. Berbasis penelitian, sejumlah ahli menyebutkan bukti-bukti manfaat mendengar musik untuk anak:

1. Meningkatkan kemampuan motorik.

Penulis buku Learning Before Birth: Every Child Deserves Giftedness, Dr Brent Logan, menyatakan, bayi (bahkan janin) yang mendengarkan musik, perkembangan detak jantung dan fisiknya menjadi lebih baik. Irama musik terbukti mampu menstimulus bayi untuk senang bergerak. Respons ini tentunya membantu perkembangan fisik bayi, dalam hal kekuatan, koordinasi dan kontrol motoriknya.

2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi.
Masih menurut Logan, musik bisa membantu perkembangan otak bayi dalam menerima informasi. Kemampuan ini kelak memengaruhi keterampilannya dalam berkomunikasi.

Pakar Neuroscience, Dr Dee Joy Coulter, yang juga penulis buku Early Childhood Connection: The Journal of Music and Moment-Based Learning, mendukung pernyataan ini. Menurut Coulter, permainan yang melibatkan musik akan cepat meningkatkan keterampilan berbahasa anak sekaligus cepat menambah kosakatanya. Kelak ia akan tumbuh menjadi anak yang mampu mengorganisasikan ide serta cepat memecahkan masalah.

3. Memiliki pencernaan lebih baik.
Bayi yang terekspos musik akan memiliki pencernaan lebih baik karena rasa rileks yang diterimanya. Dampaknya, efisiensi metabolismenya meningkat dan akhirnya pertambahan berat badannya lebih baik.

4. Meningkatkan kemampuan matematika.
Menurut hasil penelitian psikolog Fran Rauscher dan Gordon Shaw dari University of California-Irvine, Amerika Serikat, ada kaitan erat antara kemahiran bermusik dengan penguasaan level matematika yang tinggi. Juga keterampilan di bidang sains, ketika kelak anak sudah bersekolah. Musik juga mampu meningkatkan inteligensi spasialnya (kecerdasan ruang) sebanyak 46 persen dibanding anak-anak yang tidak terekspos musik.

Taken from: http://female.kompas.com/read/2011/08/19/11010441/4.Manfaat.Mendengar.Musik.untuk.Si.Kecil

Thursday, 21 July 2011

Cerita Anak Ayam

Aku masih mengingat dengan jelas bagaiaman mamaku, yang biasa di panggil Mama Babon, menceritakan dan mengajarkan kepadaku arti menjadi seekor ayam potong. Mama bilang, “Kok kok petok petok..... Chick (itu nama kecilku), bagaimana pun kita sebagai ayam patut bersyukur kepada Tuhan. Coba tengok ayam bertelor (eh salah) coba tengok manusia-manusia yang diberikan kelengkapan tubuh yang sempurna dan disertai dengan akal dan pikiran. Masih saja ada yang suka berkeluh kesah. Sedangkan kita hanya dibekali paruh, dan dua kaki, (sayap yang tidak bisa terbang), namun Tuhan pasti memberikan makan untuk kita, selama kita mencarinya.”
"Ciap ciap”, begitu sahutku waktu itu.

Kami memang mungkin lebih beruntung dari ayam kampung yang diumbar di luar dan mencari sendiri makanannya. Kami setiapharinya selalu mendapatkan pakan ternak yang berlimpah.
Namun ada yang membuatku bertanya-tanya setiap hari selalu ada di antara kami yang dibawa oleh manusia, dan tidak kembali lagi ke kandang. Ketika kutanyakan kepada mama, ia menjawab bahwa ayam-ayam tersebut pergi untuk menempuh perjalanan menuju sang Pencipta. Mataku berbinar mendengarkan kata-kata mama. Aku juga rindu ingin bertemu dengan Sang Khalik.
"Chick, kamu harus siap suatu saat akan tiba giliran mama.”
"Ciap”, ucapku lirih.
Aku bertanya bagaimanakah perjalanan itu, apakah menyenangkan.
“Yang pasti kita harus siap di potong..”
"CIAP!!.... dipotong?!"
Terkejut aku mendengar jawaban mama.
“Kamu tidak usah takut, karena melalui cara itulah kita nanti akan dimakan oleh manusia. Bagian-bagian tubuh kita akan menjadi protein yang berguna sebagai energi bagi manusia untuk bekerja dan beribadah kepada Tuhan. Itu jika manusia yang memakan kita mengasihi Tuhan, berdoa dan senantiasa bersyukur sebelum memakan kita. Tapi sayangnya tidak semua manusia seperti itu. Terkadang ayam-ayam dimakan juga oleh orang-orang yang jahat. Sehingga protein dari kita hanya menumpuk di dalam tubuhnya untuk menyaksikan perbuatan-perbuatan jahat yang dilakukannya. Dan di akhir dunia nanti kita yang sudah menjadi bagian dari tubuhnya, akan bersaksi atas dosa-dosa yang dilakukan tangan dan kakinya pada saat dia masih hidup....kok, kok, petok.."
Penjelasan mama sangat panjang sampai aku terkantuk-kantuk.

Hingga akhirnya saat itu tiba ketika beberapa orang menangkap mama dan membawanya keluar kandang, Aku melihat bagaimana mamaku diikat kakinya bersama teman-teman mama yang lain, dan manusia itu menenteng mama dalam posisi terbalik.
Aku menahan menahan napas. Melihat mama di taruh di motor, kepalanya hanya berjarak 0,5 cm dari knalpot motor. Bahkan terkadang paruh mama menyentuh knalpot. Teman mama yang lainnya ada yang kepalanya terpukul sela starter motor ketika motor dinyalakan. Ngeeng-ngeeeng….” Begitu suara motor yang mengeluarkan asap yang sangat banyak. Terlihat mama menahan kepulan asap motor tersebut.
“Wuussh”, muka beberapa ayam terciprat air ketika motor itu bergegas keluar.
Aku berpikir semoga suatu saat manusia-manusia akan sadar tentang perlunya aturan-aturan bagaimana cara membawa ayam potong dengan lebih baik.
 
“Kok, kok, petok”, tiba-tiba tanteku berkata.
“Jangankan untuk mengurusi ayam, mengurus sesama manusia saja tidak becus. Sewaktu tante dibawa ke sini dengan truk, dan sempat berhenti di lampu merah, tante melihat banyak anak-anak manusia yang tidak terurus dan nampak kelaparan. Memalukan. Sesama manusia sudah tidak saling peduli.
Mungkin karena perlakuan manusia terhadap ayam itulah yang mengakibatkan flu burung, Sehingga manusia bisa introspeksi akan perlakuan mereka yang tidak berperikebinatangan. Untung saja nama flu itu flu burung bukan flu ayam, jadinya burung yang disalahkan. Walaupun sebenarnya pun kita masih harus protes akan penamaan 'telur mata sapi'. Telurnya telur kita, kok sapi yang punya nama."

Begitu kisahku sebelum bertemu babi. Kami berencana mengadakan koalisi flu. Kasihan si babi tak ada dokter yang mau mengobatinya. Aku pun sebenarnya sedang demam. Mungkin besok aku sudah di kubur atau di bakar. Semoga setelah aku mati aku akan dimakan cacing dan cacing-cacing itu akan diambil manusia untuk dijadikan “taurin” (ituloh bahan utama minuman berenergi). Dan akhirnya akan dikonsumsi oleh manusia. Amin..

Friday, 24 June 2011

Fly Higher

Beberapa jenis ular paling berbisa di dunia sedang dipindahkan dalam sebuah penerbangan dari tempat penangkapannya di Afrika ke salah satu tempat penelitian di Amerika. Karena satu dan lain hal, pemindahan itu dilakukan dengan menggunakan pesawat penumpang. Bukan sesuatu yang tidak biasa memang, tapi sebuah kesalahan terjadi.

Setelah pesawat tinggal landas, mungkin dipengaruhi oleh getaran dan gerakkan pesawat. Beberapa ular berbahaya itu menemukan jalan untuk keluar dari kotak tempat mereka disimpan. Orang yang bertugas mengepak ular-ular ini dalam kotak penyimpanan, tidak melakukan tugasnya dengan baik.

Beberapa penumpang dari bagian belakang segera berteriak-teriak dan berlarian dengan panik ke arah depan pesawat, ketika melihat beberapa ular berbisa di lorong belakang pesawat. Seketika seisi pesawat menjadi panik. Seorang pramugari segera berlari memberitahu pilot tentang keadaan yang menakutkan ini.

Sang pilot segera menghubungi menara pengawas di darat dan menginformasikan keadaan di pesawat. Semua petugas di menara pengawas juga sangat terkejut dengan keadaan ini.
“Jadi di mana kami bisa mendarat?” Tanya sang pilot.
“Tunggu sebentar,” kata petugas menara pengawas, “Beri kami waktu untuk berpikir.”
“Tolong segera diberitahu, sebelum ada penumpang yang menjadi korban,” pinta pilot dengan cemas.

Beberapa saat kemudian menara pengawas menghubungi pesawat, “Di ketinggian berapa engkau sedang terbang?”
“300 kaki,” kata sang pilot.
“Naikan ketinggian!” Kata petugas menara pengawas.
“Tapi pak, kukira kami akan mendarat?” Tanya pilot.
“Tidak! Naikan ketinggian sekarang juga! Cepat kapten, tidak ada banyak waktu!”

Sang pilot segera menarik tuas kemudinya, pesawat yang terbang rendah itu mulai melayang tinggi.
“Berapa ketinggianmu sekarang?” tanya petugas menara pengawas
“500.66 kaki,” jawab pilot.
“Naik lebih tinggi lagi!” teriak petugas, "Laporkan terus ketinggianmu."
“700 kaki,” kata pilot.
“Lebih tinggi lagi!” jawab petugas.
“900, 1000.20, 1100.37, 1200 kaki…” kata sang pilot.

“Baik… sekarang tinggal di ketinggian ini,” kata petugas menara pengawas, “Katakan kepada awak pesawatmu bahwa pada ketinggian ini ular-ular itu sekarang tidak berbahaya. Segera kembalikan mereka ke kotak tempat penyimpanan, dan kali ini jangan lupa dikunci rapat!”

Dan benar, ketika seorang awak pesawat mencoba menangkap seekor ular, ular itu tidak bereaksi atau menyerang. Pada ketinggian itu, ular-ular itu menjadi mati rasa dan kehilangan naluri pemangsa mereka.

Penumpang pesawat itu selamat, karena berada di tempat tinggi.

==========================
Yang berusaha kami sampaikan adalah, dalam doa dan penyembahan, kita melayang tinggi bersama Tuhan.

Mungkin banyak di antara kita yang tidak tahu, tapi ketika kita melayang tinggi dan semakin tinggi bersama Tuhan, bahkan masalah yang paling tak tertundukkan sekalipun dikalahkan. Mereka kehilangan kuasa, di dalam Nama Yesus.

Seorang hamba Tuhan berkata bahwa ketika pujian dinaikan, pekerjaan musuh terhenti.
Ketika kita memuji Tuhan, dibuat TUHANlah penghadangan atas masalah-masalah kita, sehingga mereka terpukul kalah. (II Tawarikh 20:22)

Jadi ketika masalah datang, terbanglah lebih tinggi.

Saturday, 18 June 2011

Lima Pelajaran dari Pensil

Melihat Neneknya sedang asyik menulis Adi bertanya,  "Nenek sedang menulis apa?"

Mendengar pertanyaan cucunya, sang Nenek berhenti menulis lalu berkata, "Adi cucuku, sebenarnya nenek sedang menulis tentang Adi. Namun ada yang lebih penting dari isi tulisan Nenek ini, yaitu pensil yang sedang Nenek pakai. Nenek berharap Adi dapat menjadi seperti pensil ini ketika besar nanti."

"Apa maksud Nenek bahwa Adi harus dapat menjadi seperti sebuah pensil? Lagipula sepertinya pensil itu biasa saja, sama seperti pensil lainnya," jawab Adi dengan bingung.

Nenek tersenyum bijak dan menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana Adi melihat pensil ini. Tahukah kau, Adi, bahwa sebenarnya pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup."

"Apakah Nenek bisa menjelaskan lebih detil lagi padaku?" pinta Adi

"Tentu saja Adi," jawab Nenek dengan penuh kasih

"Kualitas pertama, pensil dapat mengingatkanmu bahwa kau bisa melakukan hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kau jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkahmu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya".

"Kualitas kedua, dalam proses menulis, kita kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil yang kita pakai. Rautan itu pasti akan membuat pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, pensil itu akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga denganmu, dalam hidup ini kau harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik".

"Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar".

"Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu".

"Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga Adi, kau harus sadar kalau apapun yang kau perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan".

"Nah, bagaimana Adi? Apakah kau mengerti apa yang Nenek sampaikan?"

"Mengerti Nek, Adi bangga punya Nenek hebat dan bijak sepertimu."
Begitu banyak hal dalam kehidupan kita yang ternyata mengandung filosofi kehidupan dan menyimpan nilai-nilai yang berguna bagi kita. Sebarkan cerita inspiratif ini dan Semoga memberikan manfaat.
salam hangat..

Thursday, 26 May 2011

Si Goyang Ngebor Pengganti Inul Dengan Goyang Mautnya


Bayangkan jika  Inul Daratista setiap hari memutarkan DVD rekaman saat Inul beraksi di atas panggung dengan goyang ngebornya? Atau di rumah Inul menggendong si kecil sambil bernyanyi dan bergoyang.... maka si anak akan tumbuh besar sebagai penyanyi dengan goyang ngebor lebih hebat dari Inul.

Seorang artis penyanyi atau musisi top belum tentu anak-anaknya bisa menyanyi atau bermain musik seperti orang tuanya jika di rumah sang artis tidak pernah memberi waktu untuk anaknya, tidak pernah bernyanyi atau bermusik di depan anak-anaknya. Tetapi jika orang tua menyanyikan lagu atau bermusik sambil mengantar anaknya pergi tidur, mendendangkan lagu sambil mengerjakan pekerjaan rumah, mengajari menyanyi atau memainkan alat musik saat senggang, bahkan menari setiap kali ada di rumah bersama keluarga, pasti sia anak akan menirukan orang tuanya.

Sering tanpa disadari banyak orang, orangtua sesungguhnya merupakan tokoh panutan bagi anak. Sebelum anak-anak berinteraksi dengan lingkungan luar, mereka akan menirukan orang tuanya di rumah. Celoteh, tindak-tanduk, bahkan mimik muka kita pun bisa ditiru anak. Untuk perilaku positif tentu kita senang. Tapi untuk yang buruk? Tentu tak satu pun orangtua ingin menularkan pada anak mereka.

Ada cerita soal imitasi ucapan ibu pada anaknya. Ketika seorang ibu memanggil anak sulungnya keluar kamar, tiba-tiba anaknya dengan dengan fasih meneruskan ucapan ibunya saat mengingatkannya untuk segera bersiap sekolah.

“Nanti terlambat, sebentar lagi jam setengah tujuh, ayah sudah mau berangkat, jangan sampai ketinggalan, ayo minum susunya, habisakan rotinya!” tiru sang anak sambil bersungut-sungut manuju meja makan.

“Udah hafal deh Bu! Bosen” sambung sang anak cuek sambil duduk di ruang makan. Sang ibu tidak menyangka kalau ucapan yang tanpa sadar diucapkan berulang-ulang setiap pagi bisa ditiru persis sekali sampai nada tinggi rendahnya pula.

Kemudian ada cerita lainya, saat seorang ayah mendapat pujian dari tetangganhya, “Hebat ya anak-anaknya Pak David, semuanya sopan dan rajin, bisa menyanyi pula, sama kayak bapaknya.”

Mendengar ini, bisa terjadi jika sang ayah memberikan contoh yang baik bagi anak-anaknya. Dan untuk menjadi contoh yang baik ini.

Orang Tua adalah Model Utama
Dalam bersikap dan bertingkah laku setiap anak memang banyak meniru pada lingkungannya, mulai dari orangtua, nenek-kakek, om-tante, pengasuh, tetangga, sekolah, guru, teman, bahkan dari tv dan dvd yang mereka tonton.

Anak mudah sekali meniru apa yang dia lihat dan menjadikan lingkungan sebagai model kehidupan. Mulai dari ucapan, misalnya kata-kata yang mudah untuk diikuti. Atau, tingkah laku yang dilihat dari tontonan film.

Orangtua pada umumnya menjadi model utama bagi anak. Karena ayah dan ibu adalah dua orang yang berperan dalam pola asuh anak sejak dia hadir ke dunia. Maka, jangan kaget bila cara saat orangtua marah maupun saat menunjukkan kasih sayang, semua akan ditiru dan dipelajari anak.

Bila orangtua terbiasa menggunakan kata-kata kasar atau caci maki saat kesal dengan orang lain, anak juga akn mempelajarinya dan berpikitr, “oh, kalau marah atau kesal sama orang, begitu ya caranya.” Sehingga, ketika anak kesal pada temannya, maka dia akan begitu juga.

Sebaliknya jika orang tua mengajarkan untuk saling sayang, saling menghormati, tamu datang dihormati, hormat pada orangtua dan kakak, sayang pada adik, bahkan binatang pun disayang. Anak pun akan menirunya. Pada semua orang anak akan menunjukkan rasa hormatnya dan bersikap santun.

Ayo, Jadi Model Yang Baik
Banyak orangtua yang memiliki harapan tinggi terhadap anaknya, namun perilaku yang diharapkanya belum dilakukannya. Misalnya, berharap anaknya senang membaca, tetapi orangtua sendiri tidak suka membaca. Menyuruh anaknya rajin menabung, padahal dirinya sendiri boros, suka berfoya-foya, minum minuman keras. Tentu cara ini tidak akan berhasil.

Contoh yang baik, akan lebih melekat pada anak bila diiringi dengan penjelasan. Apa manfaatnya senang membaca buku, apa keuntungannya menabung atau bermusik dan sebagainya.

Dengan begitu, anak secara perlahan mulai mengerti tentang pentingnya melakukan perbuatan-perbuatan itu. Sehingga yang diharapkan adalah anak melakukan perilaku tersebut secara sadar dan menyenanginya, bukan karena paksaan. Maka dari itu, mari mulai sekarang kita memaksakan diri menjadi model yang baik untuk anak.

Wednesday, 25 May 2011

Kiamat Ditunda 5 Bulan Lagi!

Harold Camping (89), yang mengaku sebagai seorang "penginjil"  menjadi ejekan publik setelah ramalan kiamatnya pada 21 Mei tidak terbukti sama sekali, Camping muncul lagi dengan jadwal baru: kiamat ditunda lima bulan sampai 21 Oktober nanti.

Kepada sebuah radio Kristen di Alameda, California, Camping mengaku terguncang karena ramalan kiamatnya pada Sabtu lalu gagal total. Dia pun meninggalkan rumahnya dan mengungsi bersama istrinya ke sebuah motel. Dan pada Senin 23 Mei 2011 malam, Camping yang berusia 89 tahun kembali muncul. Kepada stasiun itu, dia menyatakan kiamat ditunda lima bulan setelah tanggal awal yang diramalkan.

Namun pesan ini tidak disiarkan seperti biasanya. Camping menggelar jumpa pers khusus di Oakland, markas dari jaringan media yang biasa menyiarkan ceramahnya. ''Tanggal 21 Mei itu merupakan waktu yang sangat sulit bagi saya. Saya sungguh bertanya apa yang sesungguhnya terjadi,'' kata Camping. ''Dalam pikiran, saya mempertanyakan janji Tuhan. Saya benar-benar berdoa, 'Tuhan, apa yang terjadi'?''

Camping kemudian membuat sejumlah "teori" untuk mencari jawaban mengapa kiamat tidak terjadi pada 21 Mei kemarin. Hasilnya, menurut Camping, Tuhan sengaja menunda kiamat hingga tanggal 21 Oktober. ''Kami sudah berbicara bahwa akhir kehidupan dunia itu pada 21 Oktober 2011. Tapi, kami tidak menekankan tanggal tersebut karena tanda-tandanya akan kita lihat dalam lima bulan ke depan,'' katanya.
 Camping juga menyebutkan bahwa kiamat tidak terjadi pada 21 Mei itu karena Tuhan tidak tega melihat manusia menderita selama lima bulan hingga dunia benar-benar hancur pada 21 Oktober mendatang.

Sebelumnya, para pengikutnya dengan gencar menyebarkan pesan-pesan 'Hari Penghakiman 21 Mei' di papan reklame, bangku-bangku di halte bus, karavan di seluruh kota di Amerika Serikat.  Bahkan sukarelawan berkeliling Afrika dan Amerika Latin untuk menyebarkan pesan senada.

Meski aneh, banyak juga yang percaya. Pasangan Gregory dan Michelle LeCorps misalnya. Bersama lima anaknya mereka menempuh perjalanan ke wilayah Timur Laut dengan karavan - mencoba meyakinkan orang-orang bahwa kehidupan segera berakhir.


Mereka yakin kiamat akan segera datang didukung sejumlah bukti seperti rangkaian gempa maupun fenomena aneh, jatuhnya ribuan burung dari langit. Greg LeCorps bahkan rela meninggalkan pekerjaannya di sebuah fasilitas medis dan menyerahkan apartemennya.


Namun setelah sepanjang hari dinantikan, kiamat pun tak terjadi, Camping pun sempat menghilang dan muncul kembali dengan "meralat" bahwa kiamat ditunda lima bulan lagi.

Capek dech...!!!
Camkan baik-baik! Kedatangan Yesus Kristus kedua kali segera tiba, tetapi tidak ada seorang manusia bahkan malaikat sekalipun yang mengetahui kapan saatnya. 

 

blogger templates | Make Money Online